#22 WiFi & Wife

Anda tentunya pernah melihat foto yang menampilkan tulisan "Free Wife" di salah satu hotel. Walau menggiurkan (halah), tentu saja itu semata karena salah penulisan. Mungkin saja karena Bahasa Inggris sang penulis tidak bagus, sehingga timbullah kesalahpahaman tersebut.

Topik kali ini adalah permainan kata juga, di mana "wife" dan "WiFi" dipadukan dalam satu cerita (halah). Fokusnya justru bukan pada permainan kata, namun lebih kepada pesan moral yang hendak disampaikan di mana sebaiknya kita jangan membawa urusan rumah tangga ke kantor, dan sebaliknya (Ciee pesan moral).

Jika ingin memaksa berbicara IT, ada aspek yang dapat kita bahas dalam post kali ini. Adalah aplikasi penyimpan kata kunci (password) untuk mengakses WiFi.

Aplikasi ini sepertinya sudah menjadi kebutuhan standar di setiap OS, semisal Windows, Linux dengan beberapa desktop manager, serta OS mobile Android.

Tujuannya, tentu saja untuk memudahkan pengguna agar tidak perlu memasukkan password berulangkali ketika hendak mengakses akses poin. OS secara otomatis akan menyediakan password sesuai dengan nama akses point yang teridentifikasi.

Namun jangan salah, orang lain dapat dengan mudah mengetahui password akses point yang tersimpan dalam device Anda. Jika Anda memiliki akses point pribadi di rumah, hal ini tentunya sangat berbahaya.

Sebagai contoh, untuk mengakses data password yang tersimpan dalam PC Windows, tinggal klik kanan icon WiFi pada wilayah pojok kanan start menu. Selanjutnya tinggal akses menu "Manage Wireless Network" dan lihat tab bagian "security".
Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

SEARCH

SUBSCRIBE

Input your e-mail.


ALSO ON SOCMED

Blog Archive